<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Maya's World</title>
	<atom:link href="http://mayaumaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mayaumaya.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Nov 2007 11:15:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mayaumaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Maya's World</title>
		<link>http://mayaumaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mayaumaya.wordpress.com/osd.xml" title="Maya&#039;s World" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mayaumaya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pelajaran di hari minggu, ketika siang hari, ketika mendung datang tiba2, lalu hujan menerpa&#8230;</title>
		<link>http://mayaumaya.wordpress.com/2007/11/30/pelajaran-di-hari-minggu-ketika-siang-hari-ketika-mendung-datang-tiba2-lalu-hujan-menerpa/</link>
		<comments>http://mayaumaya.wordpress.com/2007/11/30/pelajaran-di-hari-minggu-ketika-siang-hari-ketika-mendung-datang-tiba2-lalu-hujan-menerpa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 09:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mayaumaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mayaumaya.wordpress.com/2007/11/30/pelajaran-di-hari-minggu-ketika-siang-hari-ketika-mendung-datang-tiba2-lalu-hujan-menerpa/</guid>
		<description><![CDATA[isi kepala saya menumpuk kadang tidak tahu mau memulai darimana. gelisah, bingung, dan segala hal bertautan, bergabung dan membentuk satu rasa yang disebut&#8230; nah, untuk menentukan nama perasaan macam ini saja saya bingung. padahal hanya menentukan namanya saja! tapi tetap saja&#8230; bagaimana harus memulainya&#8230; isi kepala ini penuh. hardisknya terbatas, tapi saya memang hobi untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayaumaya.wordpress.com&amp;blog=2226774&amp;post=3&amp;subd=mayaumaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="entry-header"></h3>
<p class="entry-body">isi kepala saya menumpuk kadang tidak tahu mau memulai darimana. gelisah, bingung, dan segala hal bertautan, bergabung dan membentuk satu rasa yang disebut&#8230;</p>
<p>nah, untuk menentukan nama perasaan macam ini saja saya bingung. padahal hanya menentukan namanya saja! tapi tetap saja&#8230; bagaimana harus memulainya&#8230;</p>
<p>isi kepala ini penuh. hardisknya terbatas, tapi saya memang hobi untuk mengolahnya. mengolahnya, membuatnya berpikir, jauh bahkan tanpa batas.</p>
<p>memang, kebiasaan saya untuk selalu mengolah isi kepala ini. banyak hal saya pikirkan. detail dan teliti. mengulik dan bikin saya asyik kadang bisa lupa waktu.</p>
<p>justru itu&#8230; kdang mereka yang mengkerutkan kening ketika berbicara dengan saya. layaknya saya ini mahluk aneh darimana.</p>
<p>&#8220;mungkin karena kamu&#8230; nggak mainstream!&#8221;</p>
<p>heh, mainstream?! nama ombak atau nama komunitas atau istilah&#8230;</p>
<p>entahlah, malas untuk berpikir. toh, mereka punya nilai. seperti tiap orang yang bisa jatuh cinta dengan seseorang, sama layaknya ketika mereka bisa membenci seseorang.</p>
<p>tapi, bukan itu yang ingin saya utarakan.</p>
<p>bukan tentang cinta, hati, ataupun hidup ini yang mulai berliku. bukan pula tentang kelelahan yang mulai menyeruak diantara rongga2 hati. bukan tentang itu&#8230;</p>
<p>saya hanya ingin&#8230;</p>
<p>mengajakmu duduk disini. berdampingan dengan saya. duduk bersejajar, bukan seperti majikan dan pembantu. bukan pula seperti sepasang kekasih yang sedang mesra2nya. kita duduk bersama, berdampingan dan bersejajar.</p>
<p>nah, lalu&#8230; kita tidak perlu membicarakan iklim ekonomi Indonesia yang makin tidak karuan karena dipermainkan IMF dan World Bank (yang jelas2 didominasi oleh negera adidaya itu!!!), atau mengenai global warming yang mulai menjadi global warning karena beruang Kutub mulai kehilangan dataran es sebagai habitatnya, atau tentang perambahan hutan secara liar di Kalimantan yang terang2an diketahui oleh pejabat daerah setempat, atau tentang invasi Amerika ke Irak dengan melakukan penambahan pasukan untuk ditempatkan disana. bahkan, hingga Saddam Husein menjadi Almarhum, tetap saja senjata pembunuh massal itu tidak ditemukan. dan, bukan pula kita akan berbincang mengenai pembelian pesawat oleh AU Indonesia dari negara Rusia (yang kalau menurutku, sah2 aja loh!).</p>
<p>kita tidak akan berbicara mengenai itu&#8230;</p>
<p>akan lebih menyenangkan jika hadir secangkir kopi dihadapan kita. hmmm&#8230; wangi kopi yang hitam dan kental plus sedikit pahit&#8230;</p>
<p>mari kita bicara mengenai hal2 yang ringan&#8230;</p>
<p>tentang kita. tentang kamu. tentang aku.</p>
<p>tentang bagaimana indahnya dunia karena memiliki kita berdua. tentang warna-warni hidup kita yang semakin semarak. tentang tawa kita yang makin terbahak-bahak ketika rasa senang muncul di kepala.</p>
<p>indah ya&#8230; mengenang betapa lengkapnya kita, ternyata membuat kita selalu berkecukupan.</p>
<p>coba deh, lepaskan segala hal yang ada pada diri kita. mulai dari barang bermerk, embel2 sarjana dengan hasil sangat memuaskan, ataupun dengan keadaan fisik kita yang indah&#8230;</p>
<p>nyata, bahwa kita sama dengan mahluk lain. lahir dalam keadaan telanjang dan mati dengan terbungkus kafan. kamu, ketika lahir tidak menggandeng tas mungil buatan LV terbaru, tanpa underwear buatan La Senza ataupun Victoria&#8217;s Secret, tanpa wangi parfum Escada, tanpa balutan scarf dari Burberry, tanpa makeup dari Max Factor, apalagi tanpa memakai pembungkus kaki buatan LongChamp dengan handphone N76 dalam kepalan tangan! kamu TELANJANG ketika keluar dari perut ibumu. dengan darah yang menempel di tubuh serta untaian tali pusar. mata masih menyipit. kulitmu juga belum tentu secemerlang sekarang! bisa jadi, kamu tidak tahu semua barang2 bermerk yang kusebutkan tadi dan nggak ada cantik2nya!</p>
<p>kamu, saya&#8230; sama. ketika kita lahir, kita sama. TELANJANG!</p>
<p>ketawa. kamu ketawa. wajar kamu ketawa, karena kamu nggak berpikir sampai situ.</p>
<p>hakekatnya sama. semua manusia hidup di dunia ini untuk menjadi baik. dunia ini cobaan untuk kita. masing2 dari kita membawa raport yang kasat mata, tidak ada yang mampu melihatnya keculai Allah SWT dan hati nuranimu.</p>
<p>percayalah, tidak ada yang berbeda antara kita dan manusia diluar sana. kita, mereka, meskipun mereka gelandangan, tetap sama. jenis MANUSIA;MAMALIA, TERDIRI ATAS PRIA DAN WANITA. meskipun ada yang lesbi atau homo, tetap saja mereka manusia. SAMA SEPERTI KITA!</p>
<p>saya bercermin, setiap hari. setiap kali satu langkah saya maju ke depan, saya bercermin. bukan, bukan cermin yang terpantul di kaca mobil orang, atau melalui pantulan2 bayangan dari etalase maupun jendela toko. saya bercermin melalui mereka.</p>
<p>mereka, yang setiap kali saya lihat. yang setiap kali beratapkan langit. bertemankan udara yang makin tidak menentu, kadang hujan yang menyisakan kebekuan ataupun panas menyengat yang membakar kepala beserta isinya.</p>
<p>kamu boleh tertawa dan bilang, saya dibodohi mereka. karena nggak semua dari mereka yang benar2 susah. ada yang berpura2 agar kita mengiba.<br />
ah, kalau mereka mau menipu saya, mungkin mereka bisa melakukannya. ya, mereka berhasil melakukannya. karena saya tidak tahu, apakah mereka benar2 berada didalam kesulitan atau dengan tangan yang meminta adalah jalan pintas bagi mereka untuk mengais rupiah&#8230;</p>
<p>soal kebohongan mereka, itu urusan mereka dengan Pencipta.</p>
<p>karena, saya bersyukur memiliki cermin seperti mereka. mengingatkan saya betapa beruntungnya saya. masih hidup layak hingga saat ini, tanpa perlu menghampiri dari satu kendaraan ke kendaraan lain. insyaAllah, saya, mungkin kamu, masih bisa memberi dalam keadaan seadanya.</p>
<p>paling tidak, saya tidak memurahkan jiwa saya dengan kilauan itu. saya tidak berangan2 memiliki segala benda bermerk yang menempel ditubuhmu. saya senang tampil dengan celana jeans saya yang belel, sepatu ceper, dan tas selempang. bahkan, sejak empat tahun yang lalu masih Goldy yang menemani saya dalam berkomunikasi.</p>
<p>bukan tidak mampu. hanya tidak mau. masih banyak yang bisa saya gunakan dengan layak. dan mereka masih berada dalam kategori layak. jadi, tidak perlu menghamburkan rupiah itu kan&#8230;</p>
<p>hati. hati yang bisa membuat kita cantik. cantik fisik memang mutlak. tapi cantik hati lebih mutlak lagi. makeup memang membuatmu terlihat segar. namun bahagia membuatmu makin ringan melangkah dalam hidup. hati memang tidak bisa dibohongi, hampir sama dengan mata yang menjadi jendela hati.</p>
<p>makin kita mempercantik hati, makin bahagia jiwa dan raga kita. dan sepertinya&#8230; kamu nggak perlu memakai rok dengan panjang tiga per empat diatas lutut, ataupun memakai tanktop superketat yang memperlihatkan betapa susahnya kamu bernafas. apalagi menipu dirimu dengan memakai bra cup C padahal kamu cup A! God, jangan menyiksa dirimu.</p>
<p>kenapa sih harus jadi orang lain, kalau kamu tidak nyaman? kenapa harus jadi orang lain kalau kamu tidak suka? kenapa harus jadi orang lain kalau kamu tersiksa!!!</p>
<p>kamu diam&#8230; aduh, jangan diam. ayo, kita ngobrol lagi&#8230;</p>
<p>nih, ya&#8230; mungkin kamu senang lelaki melihatmu dalam keadaan seperti itu. tapi, jangan lupa kalau kamu sudah mengundang kejahatan datang padamu. ingat, perkosaan hingga pembunuhan bisa terjadi dimana saja!</p>
<p>jangan salahkan para lelaki itu yang bersuit2 ketika kamu lewat, yang berani menowelmu disembarang tempat! mereka nggak salah. kamu juga yang bikin mereka datang padamu.</p>
<p>jangan lupa, pria lebih gampang bergairah daripada wanita. Cosmopolitan juga mengulasnya kan&#8230;</p>
<p>nah, kamu jadi nangis&#8230;</p>
<p>nyesel? atau&#8230;</p>
<p>hei, tenang. aku bukan bermaksud mengguruimu atau menyuruhmu memakai kerudung seperti aku!</p>
<p>pesanku satu, jadilah dirimu sendiri. sudah.</p>
<p>berkiblat pada hal yang baik. itu cukup.</p>
<p>bahkan, menjadi dirimu sendiri adalah hal yang paling mencukupi.</p>
<p>percayalah.</p>
<p>karena aku menyadarinya, setelah melewati dua puluh empat perempatan, bertemu dengan dua puluh empat orang dalam keadaan yang&#8230; ah, membuat hati miris&#8230;</p>
<p>bahwa, menjadi diri sendiri adalah hal terindah dalam hidup ini.</p>
<p>pilihlah hidupmu. berkiblat pada orang lain dengan mengabaikan nuranimu?</p>
<p>atau tetap menjaga paham2 yang kamu anut, selama berdamai dengan kebaikan?</p>
<p>dunia nggak abu2, sayang&#8230;</p>
<p>dalam hal ini, hanya ada hitam dan putih. baik dan buruk.</p>
<p>pilihlah&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mayaumaya.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mayaumaya.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayaumaya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayaumaya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayaumaya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayaumaya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayaumaya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayaumaya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayaumaya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayaumaya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayaumaya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayaumaya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayaumaya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayaumaya.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayaumaya.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayaumaya.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayaumaya.wordpress.com&amp;blog=2226774&amp;post=3&amp;subd=mayaumaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayaumaya.wordpress.com/2007/11/30/pelajaran-di-hari-minggu-ketika-siang-hari-ketika-mendung-datang-tiba2-lalu-hujan-menerpa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d4a96554f3a5f1b63552f08c4e73ed?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mayaumaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Saya Tahu&#8230;</title>
		<link>http://mayaumaya.wordpress.com/2007/11/29/hello-world/</link>
		<comments>http://mayaumaya.wordpress.com/2007/11/29/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 12:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mayaumaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[tiga pesan singkat mampir di inbox FS. semuanya dari orang yang sama. dengan maksud, ingin memberikan masukan tentang saya&#8230; saya tahu, saya berbeda. dari kecil saya tahu itu. ibu saya juga tahu. beliau bilang, saya kritis. bapak saya pun akhirnya tahu kalau saya tipe pemikir. dulu saya kira, saya yang aneh. saya yang nggak waras [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayaumaya.wordpress.com&amp;blog=2226774&amp;post=1&amp;subd=mayaumaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="entry-header"><span style="color:#990033;">tiga pesan singkat mampir di inbox FS. semuanya dari orang yang sama. dengan maksud, ingin memberikan masukan tentang saya&#8230;</p>
<p>saya tahu, saya berbeda. dari kecil saya tahu itu. ibu saya juga tahu. beliau bilang, saya kritis. bapak saya pun akhirnya tahu kalau saya tipe pemikir.</p>
<p>dulu saya kira, saya yang aneh. saya yang nggak waras dan saya sedikit tidak normal, dalam berpola pikir. saya kira, memang letak masalahnya ada pada saya. saya kira, begitu adanya.</p>
<p>tapi tiga pesan singkat plus dua kali telepon datang dari dua orang yang berbeda, membuat saya berpikir ulang.</p>
<p>iya gitu, saya yang aneh?</p>
<p>saya pernah mampir menemui seorang psikolog. jadinya, dua kali saya ketemu dengan psikolog, hanya untuk bertanya padanya, &#8220;apakah saya ini normal?&#8221;</p>
<p>dia tersenyum. manis dan cantik. dia bilang begini (dengan bijaknya&#8230;) :</p>
<p>&#8220;kamu memang berbeda. dari beberapa alat tes yang kami beri untuk maya, kami akhirnya tahu hasilnya. dan sesuai dengan perkiraan saya, kamu memang berbeda. kamu punya pola pikir yang unik, kamu nggak lazim dan itu wajar.&#8221;<em></p>
<p>menurut MBak itu wajar. tapi buat orang lain?&#8230;</em></p>
<p>&#8220;nah itu dia. masalahnya, kamu hidup tidak sendiri. ada beberapa orang, bisa puluhan atau ratusan yang berdekatan kehidupannya dengan kamu. </span>mereka pasti akan terheran2 dengan kamu, dengan pola pikir kamu. <span style="color:#990033;">karena buat mereka, kamu selalu bertentangan dengan mereka. misalnya gini, ketika ada damri, maka semua orang akan berbondong2 naik damri dari bandung menuju jatinangor. tapi kamu&#8230;&#8221;<em></p>
<p>tapi saya&#8230; kenapa dengan saya?&#8230;</em></p>
<p>&#8220;tapi kamu belum tentu akan naik damri. okelah, mungkin ada beberapa waktu kamu akan naik damri. tapi kamu nggak selalu seperti itu. kamu bisa aja naik angkot dan rela naik-turun; gonta-ganti angkot untuk pergi ke Jatinangor. karena mungkin, kamu nggak mau hanya mendapatkan hal yang sama setiap kali ke jatinangor. kamu selalu ingin mengulik dan mencari tahu hal-hal yang belum kamu tahu, meskipun pada akhirnya tujuannya sama.&#8221;</p>
<p>&#8220;jadi, Mbak&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Jadi, ya itulah kamu. hobi bermain2 dengan kehidupan kamu. nggak melihat satu hal dari sudut pandang. kamu bisa punya dua, tiga, empat atau lebih sudut pandang meskipun dalam hal yang sama. itu yang membuat kamu berbeda dari orang lain.&#8221;</p>
<p>saya terdiam&#8230;termangu dan bingung&#8230;</p>
<p>&#8220;MBak&#8230; saya aneh ya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Nggak!!! kamu nggak aneh. hanya saja&#8230; kamu berbeda.&#8221;</p>
<p>&#8220;BERBEDA?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu unik. nggak lazim. kalau dari seratus persen itu, ada delapan puluh orang yang berada di peringkat rata-rata, limabelas persen untuk mereka yang mendekati jenius, dan lima persen untuk mereka yang jenius, maka saya tahu kamu ada dimana.&#8221;</p>
<p>&#8220;ada dimana?&#8221;</p>
<p>&#8220;di bagian yang limabelas persen untuk saat ini. nih saya kasih lihat. hasil tes kamu tadi.&#8221;</p>
<p>saya melihat satau per satu. saya nggak ngerti dengan data2 laporan itu, maka saya angkat bahu dan bilang saya nggak ngerti dengan pembahasan ini.</p>
<p>lalu dia menunjuk ke sebuah kurva&#8230;</p>
<p>&#8220;ini tingkat pemikiran kamu. kamu yang sekarang ada di bagian lima belas persen. padahal, kamu punya kemampuan untuk berada di lima persen. yah, kemampuan otakmu ada di bagian yang lima persen. bisa dibilang, kalau kamu optimal dalam memberdayakan otakmu maka kamu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;bisa seperti Einstein?&#8221;</p>
<p>dia tertawa, kencang dan keras. dia mengangguk tapi segera menggeleng.</p>
<p>&#8220;nggak mesti seperti Einstein. tapi, jadi diri kamu sendiri dengan kemampuan otak seperti beliau.&#8221;</p>
<p>&#8220;heh?!&#8221;</p>
<p>&#8220;kaget,ya?!&#8221;</p>
<p>saya mengangguk pelan, kemudian saya bilang &#8220;iya, saya kaget&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;jangan kaget. karena pertama kali saya beri kamu alat tes, saya udah tahu kamu seperti apa. makin saya tes kamu, makin kamu perlihatkan diri kamu yang sebenarnya. kamu cerdas, bukan pintar. kamu hobi pemikir tapi kamu masih bisa santai. kamu punya berbagai sudut pandang yang bisa kamu ulik, ketika menghadapi suatu masalah. cuma semua ini bisa jadi bumerang buat kamu sendiri&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;ketika&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;ketika kamu merasa betapa sulitnya orang lain untuk mengerti kamu.&#8221;</p>
<p>ah iya, saya memang sulit dimengerti. itu kata2 yang selalu saya dengar dari orang2 yang dekat dan berdekatan dengan saya. mereka bilang, mudah bagi saya untuk mengerti mereka tapi mengapa tidak mudah untuk mengerti maya&#8230;</p>
<p>dan psikolog itu bilang&#8230;</p>
<p>&#8220;akan lebih mudah kalau kamu yang beradaptasi dengan mereka. mungkin sulit dan kamu bisa saja merasa lelah karena harus selalu merasa tertekan. tapi saya yakin, kamu mampu. kamu bisa. memang may, pilihannya ada dua. mau jadi orang lain atau jadi diri sendiri. jadi orang lain itu nggak gampang. karena harus selalu berkaca dengan orang lain dan itu lebih melelahkan. tapi untuk menjadi diri sendiri, itu juga nggak mudah. perlu berjuang bahkan untuk mengalahkan diri sendiri. membuktikan bahwa kamu bisa. nggak perlu membuktikan pada orang lain. yang penting, buktikan pada diri sendiri bahwa kamu bisa dan berhasil.&#8221;</p>
<p>akhirnya, saya tahu. dan pada akhirnya saya mengerti. saya memang berbeda. saya nggak sama dengan orang lain. mungkin saya bisa menyamai tingkat pemikiran orang lain. tapi orang lain, belum tentu bisa berpikir pada level yang sama dengan saya.</p>
<p>dan saya makin mengerti tentang diri saya setelah saya membaca tulisan ini&#8230;</span></p>
<p class="entry-body"><em>Dearest maya..<br />
Aku boleh sok tau ga? Boleh ya.. Saya mulai sekarang..</p>
<p>Filasafat mengajak kita untuk mendefinisikan ulang segala hal didunia ini dengan perspektif yang murni. Mudah saja kita sebut matahari adalah benda bulat berwarna kuning menyala yang mampu membuat mata silau. Atau kita juga bisa menyebut matahari adalah bagian dari alam semesta yang merupakan pusat sistem tata surya yang memancarkan energi panas jutaan derajat celcius melalui proses radiasi ke planet lain termasuk bumi. Tapi bisa juga kita bilang matahari itu indah saat terbit dan tenggelam. Hangatnya mampu membelai kulit kita dengan lembut. Matahari yang berkolaborasi dengan hujan menghasilkan pelangi warna-warni yang begitu memesona mata.<br />
Namun filsafat bebas dari segala definisi yang telah eksis sebelumnya. Mudahnya gini May.. Kamu dengan akal, jiwa, kemampuan berbahasa, menulis, dan besar badanmu seperti sekarang di usia 24 tahun, datang dari planet lain lalu mendarat di bumi dengan misi untuk mendefinisikan segala hal yang ada di dunia ini. Kamu sebelumnya belum pernah tahu apa itu kursi, tembok, lampu, tanah, udara, air, dll.</p>
<p>Kita ambil contoh sebuah kursi May&#8230; Kamu bukan hanya tidak tahu manfaat kursi, tapi inilah saat pertama kali kamu melihat kursi.</p>
<p>&#8220;Hah?? Sesuatu apakah ini?&#8221;, dalam hati kamu bertanya. Lalu kamu mulai memandangi, menyentuhnya, meraba, merasakan teksturnya. Kamu juga mencoba memutarnya 180 derajat mencoba mencari tahu fungsinya dengan perlahan. Dengan pemikiran kamu sendiri. Dengan definisi yang murni. Tanpa ada bentuk campur tangan siapapun. Sangat independen!<br />
Lalu kamu bertemu dengan orang yang telah lama menghuni bumi. Dia memiliki definisi tentang kursi sudah sejak lama. Dia telah terbiasa duduk diatas kursi tanpa perlu mencari arti, fungsi, apalagi memutarnya 180 derajat! Kursi adalah tempat duduk. Enough! Tapi berbeda dengan definisi kamu sebagai makhluk yang baru saja mendarat di bumi. Wajar nggak kalau perbedaan itu terjadi? Wajar kan..</p>
<p>Lalu mulailah terjadi perdebatan antara kamu dengan dia.</p>
<p>Dia bilang, &#8220;Kursi itu tempat duduk, titik!&#8221;</p>
<p>Kamu bilang, &#8220;Ini benda padat yang disusun dengan akal, sehingga memiliki fungsi yang entah sampai sekarang saya belum tahu apa manfaatnya. Apalagi namanya?&#8221;<br />
&#8220;Ini namanya kursi. Kursi itu ya tempat duduk! Bodoh sekali anda ini.&#8221; Katanya.</p>
<p>&#8220;Anda bilang ini namanya kursi? Kenapa diberi nama kursi?&#8221; Tanyamu lagi.</p>
<p>Perdebatan seperti itu muncul karna perbedaan. Kamu awam. Dia penuh dengan doktrin. Sama halnya dengan perdebatanmu dengan temen kamu May.. Oke, mungkin nggak se-ekstrim contoh yang aku kasih barusan. Tapi menurutku, kamu adalah orang yang punya kecenderungan untuk mencari tahu, memahami secara mendalam, memaknai, mengartikan, dan mengevaluasi ulang tentang banyak hal yang kamu temui. Kamu merasa puas jika definisi kamu mengenai sesuatu berbeda dengan orang lain. Kamu seperti orgasme otak!</p>
<p>iya May.. Kamu gila! Kamu gila kalau berhenti melakukan ini semua. Kamu adalah seseorang yang dianugerahi akal yang begitu unik oleh Tuhan. Sementara orang lain berpikir sederhana mengenai banyak hal, kamu memilih mengartikannya satu-persatu. Sementara orang lain menganggap kamu buang waktu, kamu enjoy dengan ini semua. Sementara orang lain menganggap kamu aneh, kamu justru menganggap mereka dangkal. Kamu jarang merasa lelah ketika harus mendalami sesuatu dengan sungguh-sungguh. Kamu tertantang. Bukan tertekan.</em></p>
<p class="entry-body"><em>Kamu bahkan mungkin tidak kecewa ketika pada akhirnya menemukan jawaban yang sama, seperti yang dilontarkan orang lain tentang kursi. Tapi kamu tidak kecewa atau menyesal sama sekali, karena setidaknya kamu sudah mencoba mencari tahu definisi kursi dengan sungguh-sungguh dan tidak menerima begitu saja pendapat sebelumnya atau pendapat yang selama ini telah ada tentang kursi. Kalau sampai sejauh ini kamu baca tulisanku dan kamu masih mengangguk atau meng-iya-kan lebih dari 90%, maka selamat May.. Kamu memang edan! Tapi tidak pantas menghuni rumah sakit jiwa. Karena kamu tidak sakit jiwa. Tapi edan!</p>
<p>Kamu smart, unik, tangguh, kekeuh, punya prinsip, tegas, dan cantik. Itu makanya aku bilang kamu edan!</p>
<p>Kamu wajib mensyukuri May.. Orang lain boleh bilang kamu aneh. Tapi buat aku, kamu dianugerahi akal yang sehat, dan jiwa yang murni. Itu membuat kamu selalu ingin menemukan jawaban tentang sesuatu dengan pencarianmu sendiri.<br />
Jujur, aku seneng ngeliat kamu bingung beberapa hari terakhir ini. Kenapa? Karna pada akhirnya aku ngerasa nggak sendirian. Iya.. Aku juga kadang-kadang ngerasain apa yang kamu rasain.</p>
<p>Itu salah satu alasan kenapa akhirnya aku jadi sering nulis. Selain karena tidak semua orang bisa aku ajak bicara dengan topik-topik yang segmented, juga karena menulis membuat aku merasa merdeka. Aku merasa jiwaku bebas. Tanpa membuat orang lain berpikir bahwa aku sedang sakit otak atau mengalami gangguan jiwa.<br />
Sekarang aku juga sadar bahwa kenyataannya pola pikir seperti ini hanya bisa di-share dengan orang yang juga punya interest dan pemahaman terhadap hal yang sama. Azis misalnya. Berbicara dengan dia bisa membuat aku merasa nyaman, meski kadang-kadang kami saling mengumpat kalau udah sama-sama ngantuk berdiskusi sampai pagi. Haha! Lucu..<br />
Dan ketika orang lain bilang aku aneh, aku menyikapi dengan relax. Aku mengerti bahwa sebenarnya aku tidak lebih pintar dari dia. Begitupun sebaliknya. Melainkan, aku dan dia memiliki pola pikir, nilai-nilai, dan sudut pandang yang berbeda mengenai persoalan tertentu. Pada akhirnya aku sadar bahwa perbedaan pola pikir se-ekstrim apapun, bisa dijembatani dengan keinginan untuk saling memahami, mengerti, dan menyayangi. Melakukan justifikasi yang prematur atau pre-judgement hanya akan berujung pada kesimpulan salah dan benar berlandaskan ego masing-masing yang dapat menodai diskusi-diskusi yang sebenarnya bisa berlangsung sangat menarik. Seperti yang kita jalani ini.. Emang sih, nggak ada noda nggak belajar. Tapi kalau kebanyakan noda kan susah juga nyucinya! May.. Bantuin nyuci dong..!</p>
<p>Thanks May.. Take care..</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mayaumaya.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mayaumaya.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mayaumaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mayaumaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mayaumaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mayaumaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mayaumaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mayaumaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mayaumaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mayaumaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mayaumaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mayaumaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mayaumaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mayaumaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mayaumaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mayaumaya.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mayaumaya.wordpress.com&amp;blog=2226774&amp;post=1&amp;subd=mayaumaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mayaumaya.wordpress.com/2007/11/29/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d4a96554f3a5f1b63552f08c4e73ed?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">mayaumaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
